Hey, aku sedang menyukai seorang wanita..
Wanita terindah buatku saat ini (setelah Ibuku tentunya),
Aku tak akan memberitahukan identitasnya, karena itu tidak etis buatnya dan juga buatku.
Pokoknya, dia teman seangkatanku di kampus..
Seumuran denganku, dan dia sangat menarik..
Lihat saja senyumnya, lihat matanya, lihat caranya berjalan, lihat caranya berbicara dengan orang lain, lihat perhatiannya, dan lihat kemandiriannya..
Semua sangat sempurna, sangat anggun dan sangat tertata, paling tidak di mataku.. ^_^v
Seseorang dalam bukunya pernah berkata, "What you see is what you feel",
Apa yang kau lihat adalah apa yang kau rasakan,
Jadi ketika aku melihat bahwa dia sempurna (di mataku tentu saja),
Maka aku dengan tidak ragu merasakan bahwa dia memang sempurna (setidaknya menurut perasaanku).
Weird huh?
Love does always weird.
Hahahaha..

Apa darinya yang tidak mengagumkan?
Prestasinya? Dia sudah berkali-kali membuktikan bahwa dia lebih daripada sekedar berprestasi.
Penampilannya? Dia juga sudah membuktikan bahwa dia tidak pernah terlihat kampungan.
Perhatiannya? Dia sudah membuktikan bahwa dia mampu membuat setiap orang nyaman dengannya.
Dan segudang hal lain yang membuat dia layak untuk dikagumi,
Segudang hal lain yang membuatnya sangat layak disukai,
Dan segudang hal-hal lain yang membuatnya sangat layak untuk dicintai.
Cinta, huhh...
Aku hanya tau cinta itu kata kerja, jadi apa layak aku berpanjang lebar tentang cinta?

Tapi hey, dia hanya menjadi angan-anganku belaka..
Aku bermimpi jika bisa mendapatkannya.
Aku telah membohongi temanku dengan berkata bahwa aku hanya mengaguminya, tidak lebih..
Tapi, Tuhan dan aku yang tahu betapa aku sebenarnya benar-benar telah jatuh cinta padanya dan benar-benar telah menyukainya.
Siapa aku, sehingga aku berani bermimpi mendapatkannya?
Terdengar bodoh memang, dan aku memang terlihat menjadi pengecut ketika mengatakannya.
Tapi aku punya segudang alasan untuk mendukung pernyataanku tadi.
Lihat dia, dia memilih jalan yang sama sekali berbeda dengan ku.
Dia, memilih memilih untuk berjalan di jalur lurus, dan dia konsisten dengan pilihannya itu.
Sedangkan aku? Aku selalu berusaha menerobos pembatas, tetapi takut konsisten dengan pemberontakanku.

Lihat dia, dia sepenuhnya wanita baik-baik..
Tidak pernah cabut kuliah, taat beragama, dan memiliki segudang prestasi lain.
Sedangkan aku? Aku sering bolos kuliah (cabut kedengaran sangat meengerikan ^_^), aku sering demo, agamaku tidak terlalu layak untuk dinilai dengan nilai yang tinggi, aku sering minum minuman beralkohol tradisional (a.k.a Tuak), dan aku tidak memiliki prestasi apa-apa yang bisa aku banggakan.
Itu membuat dia hanya dapat menjadi wanita angan-anganku..

Lihat dia, lalu bandingkan denganku..
Bagaikan bumi dan langit..
Dia cantik, rambutnya selalu tersisir rapi lengkap dengan poni dan jepitan rambutnya, anggun dan selalu rapi, bahkan di sore hari ketika les kuliah sudah selesai.
Sedangkan aku? Aku kumal, jarang rapi dan rambutku sangat sering awut-awutan bahkan di pagi hari.
Both of us looks like Beauty and The Beast in a fairytale.
Dan cerita Beast dapat bersatu dengan Beauty hanya ada di dongeng, tidak untuk di dunia nyata.

Lihat organisasi yang kami pilih,
Dia memilih organisasi yang berseberangan sangat jauh dengan organisasi yang aku pilih.
Kami memang ikut di dua organisasi serupa dari total masing-masing tiga organisasi yang kami ikut, tapi aku cenderung lebih memberi hatiku pada organisasiku yang terakhir, yang terkesan urakan, berandal dan tukang demo..
Selain itu aku juga punya pengalaman menjalin kisah dengan orang dari organisasinya, dan itu tidak berakhir bahagia.
Hahahaha..
Tapi untuk masalah pemilihan organisasi, aku sama sekali tidak menyesal memilih organisasi terakhir ini. :D

Selain itu, ada hal lebih utama yang membuatku tidak dapat melanjutkan langkahku untuk mendekatinya.
Alasan yang paling utama yang membuat aku hanya bisa melihatnya dari jauh dan menjadikan wanita angan-anganku..
Dan maaf, alasan itu tidak akan aku beberkan di sini.
Terima kasih untuk perhatian yang telah kau berikan wanita angan-angan, dan tetaplah menjadi wanita angan-anganku entah sampai berapa lama lagi.. ^_^

Minggu, 28 Oktober 2012
Pukul 21.45 WIB
Read More >>
Lucunya Negeri ini,
Suatu Negeri besar yang sibuk mengintervensi dunia internasional untuk berjuang membantu menyelesaikan krisis keagamaan di daerah antah berantah di Myanmar, sementara rakyat di negerinya itu sendiri saling gontok-gontokan mengenai isu yang sama.
Suatu Negeri yang di dunia Internasional "katanya" menjunjung tinggi adanya perbedaan, tetapi mengingkari prinsip itu di negerinya sendiri.
Negeri yang di dunia Internasional "katanya" merupakan suatu negeri besar yang menjunjung Hak Asasi Manusia sebagai hal yang mutlak ada, tetapi dengan sadar dan sengaja malah mengingkari Hak itu di negaranya.
Negeri yang memiliki konstitusi dan ideologi yang mengagung-agungkan perbedaan, tetapi dengan senang hati mengangkangi konstitusinya dan ideologinya itu.

Lucunya Negeri ini,
Negeri yang kaya, tetapi masyarakatnya mengalami krisis multi dimensi.
Krisis ekonomi, dimana untuk tahu tempe pun sudah menjadi barang mewah,
Dimana susu menjadi hal yang hanya bisa dimimpikan bagi anak bayi yang masih merah, bahkan ibunya tidak sanggup lagi memberikan susunya karena memang tidak ada yang dapat diberi.
Dan yang lebih lucu, Pemerintahnya sendiri mengaku di forum-forum Internasional bahwa ekonomi di negerinya naik mencapai "dua digit" persen pertahunnya. Luar Biasa!
Dan Pemerintah dengan "senang hati" menyanggupi membantu untuk memberikan dana 1 Milyar US$ bagi negara lain, sedangkan rakyatnya menjerit minta sekedar tahu dan tempe.
Pemerintah dengan gampangnya mengucurkan dana bantuan segitu besarnya, dengan beban utang yang mencapai ribuan trilyunan rupiah.
Siapa sebenarnya yang kaya?
Dan siapa yang miskin?
Krisis moral, dimana korupsi dan berjuta perbuatan-perbuatan kriminal lainnya sudah merupakan hal yang"lumrah" terjadi dan sudah menjadi konsumsi bahkan anak-anak setiap harinya.
Seakan-akan kantor berita lokal, baik cetak maupun elektronik pasti akan tutup karena merugi jika negeri ini aman sejahtera.
Saya tantang teman-teman sekalian untuk memberikan satu saja koran nasional yang pada satu hari saja dalam semua halamannya tidak termuat satupun berita tentang korupsi, pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan serta tindak kejahatan lainnya.
Jika teman-teman dapat menemukannya, maka saya dengan senang hati mencabut pernyataan saya sebelumnya.

Lucunya negeri ini,
Negeri yang "katanya" berbeda-beda tapi satu,
Ya memang satu, tapi "satu" itu berarti hanya ada satu agama yang boleh ada, yaitu agama mayoritas.
Negeri yang "katanya" menjunjung tinggi toleransi,
Ya memang toleransi, tapi yang minoritas lah yang mesti men"toleransi" yang mayoritas.
Mayoritas tidak harus ikut "toleransi".
Vox Populii Vox Dei, Suara rakyat adalah suara Tuhan atau dapat pula diartikan suara dari golongan "mayoritas" adalah suara tuhan.
Tapi Tuhan siapa?
Apakah Tuhan hanya milik golongan mayoritas?
Yang mayoritas pun menyadari, ketika prinsip Vox Populii Vox Dei itu diduetkan dengan istilah Machtvorming (Penggalangan Massa) dan Machtaanweding (Pengerahan Massa) akan menjadi suatu kombinasi yang cukup hebat untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka.
Persis PKI yang mengggunakan teori Bung Karno itu dalam usahanya untuk mewujudkan cita-citanya mendirikan negara komunis dan merongrong Pancasila dalam pemberontakan tahun 1965 lalu.
Maka bukan hal yang besar dan mustahil untuk mendorong Pemerintah menutup rumah-rumah ibadah golongan minoritas.
Dan bukan hal yang tidak masuk akal jika tindakan-tindakan golongan mayoritas itu juga pada akhirnya mengikis sedikit demi sedikit konsep Pancasila yang telah bertahan lebih dari setengah abad itu.
Negeri yang menjunjung kebebasan memeluk agama dan beribadah menurut agamanya itu,
Ya memang bebas, tapi "bebas" itu untuk memeluk agama mayoritas, "bebas" untuk melakukan ibadah agama mayoritas.
Mayoritas lagi mayoritas lagi.
Seakan rumah ibadah hanya untuk golongan mayoritas, sedangkan yang minoritas tidak perlu rumah ibadah, bahkan tidak perlu ibadah sekalian!

Ada yang lebih lucu lagi kawan,
Ternyata sikap-sikap yang tidak menunjukkan rasa nasionalisme itu bukan hanya dilakukan oleh kaum-kaum mayoritas saja.
Golongan minoritas juga sudah umum melakukan tindakan-tindakan seperti itu.
Bukan tidak banyak golongan minoritas yang "dulunya" merupakan kaum pendatang di negeri ini, malah mengkotak-kotakkan dirinya sendiri dan merasa enggan bergabung dengan kaum pribumi.
Ckckckck..
Seakan-akan memang negeri ini telah mencapai usia tuanya.

Itu yang aku maksud dengan kelucuan dalam negeri ini kawan.
Lucu karena bukan hanya satu pihak yang salah.
Lucu karena apa yang tampak di luar (baca: dunia Internasional), jauh berbeda dengan apa yang ada di dalamnya.
Lucu, karena negeri yang miskin ini merasa menjadi negara paling kaya sedunia.
Lucu, sungguh teramat lucu!

Sabtu, 28 Juli 2012
Pukul 22:11 WIB
Read More >>

Mencintai itu mudah.
Anda dapat mencintai seseorang hanya dalam tempo sepersekian detik.
Anda dapat menyukainya hanya dari melihat cara dia berjalan, berbicara, atau ketika dia tersenyum.
Senyum, dapat membuat siapa saja menjadi hangat.
Dapat pula ia membuat siapa saja merasa dibutuhkan, dan merasa dianggap ada.
Itu mengapa senyum selalu bisa membuat orang jatuh cinta.

Jatuh cinta itu indah.
Ketika anda jatuh cinta, anda dapat melakukan hal apapun yang sebelumnya anda tidak pernah bisa lakukan.
Jatuh cinta dapat membuat anda rajin kuliah,
Jatuh cinta dapat membuat anda mampu melakukan segalanya.
Jatuh cinta dapat membuat IP anda naik dengan signifikan.
Jatuh cinta itu candu yang bisa menstimulus seseorang.
Seakan-akan dunia dan semesta mendukung setiap tindakan dan perbuatan anda.
Jatuh cinta dapat membuat anda mampu melakukan usaha yang berat dengan tenaga yang minimal dan dengan perasaan yang berbunga-bunga.
Jatuh cinta,
Dapat membuat anda melupakan segalanya dan merasa anda orang paling beruntung selamanya.

Aku pernah jatuh cinta,
Itu adalah momen-momen paling indah buatku.
Ketika aku rela hujan-hujanan di tengah malam hanya untuk mengantarnya pulang ke rumahnya dengan tangan ku sendiri.
Ketika aku, yang tidak tega melihatnya kehujanan, mengiringi dia dengan motor bututku naik angkutan umum.
Ya, aku buta.
Aku mungkin terlihat bodoh saat itu bagi anda.
Tapi buatku, itu semua pengorbananku untuk dapat menjadi pria super di matanya.
Dan sebagai imbalannya, dia selalu meneleponku di malam hari dan mengatakan betapa dia sangat menyayangiku.

Aku pernah jatuh cinta,
Dan ketika jatuh cinta, aku selalu melakukan hal-hal yang cenderung tidak masuk akal dan bodoh.
Aku selalu berusaha terlihat hebat dan sempurna di matanya.
Aku tidak perduli lagi dengan sekelilingku.
Ketika setiap orang mencemooh pilihanku,
Ketika teman-teman baikku berkata bahwa dia itu aneh.
Bagiku  saat itu, dia yang paling sempurna.
Dan aku hanya menyayangi dia, hanya dia.

Apa yang aku ketahui tentang cinta?
Apakah cinta itu hanya sekedar manifesto-menifesto kekanak-kanakanku?
Apa aku pantas jatuh cinta?
Setiap orang terlahir dengan keadaan yang pantas untuk jatuh cinta.
Dan aku cukup senang pernah bisa jatuh cinta.
Ketika cinta ternyata tidak harus memiliki, maka pria sejati harus dapat merelakan cintanya pergi,
Dan berdoa semoga kelak sang wanita mendapatkan pria yang lebih lagi daripada dirinya.

Harus aku akui,
Aku pernah mengalami hal-hal paling mengenaskan dalam hidupku ketika aku ditinggal wanitaku.
IP ku yang merosot, kondisi fisik yang tidak lagi prima,
dan hal-hal lain yang mungkin terlalu aku pandang berlebihan.
Jatuh cinta memang menyenangkan, tapi putus cinta tak pernah mengesankan.

Dan kini,
Aku harus rela melihat dia telah memiliki pria lain di sisinya.
Pria yang mungkin lebih baik dari ku.
Pria yang mungkin lebih bisa mengerti dia daripada aku dulu.
Dan aku bahagia untuk kebahagiaannya.
Kini aku pun tengah jatuh cinta.
Tapi aku terlalu takut,
Bukan takut untuk mengatakannya.
Aku tidak sepengecut  itu.
Aku takut melakukan pilihan yang salah lagi.
Di tambah, aku takut melukai sahabatku yang telah lebih dulu jatuh cinta pada dia.

Jangan pernah takut jatuh cinta.
Jangan pernah takut mengakui bahwa anda memang ingin ada dia di samping anda.
Jangan pernah takut mengakui anda ingin dia selalu menghubungi anda.
Dan jangan pernah takut mengakui anda jatuh cinta.
Tidak ada hukum yang memandang salah seseorang yang jatuh cinta.
Itu alami, asal bukan dengan yang sejenis dengan anda.
Itu alami, dan siapapun harus bisa memakluminya.
Itu semua seperti siklus yang memang harus dijalani setiap manusia.
Untuk dapat mencapai kebiasaannya.
Jangan takut jatuh cinta, dan jangan takut putus cinta.
Jatuh cinta itu menyenangkan, dan putus cinta itu tak selamanya merupakan akhir dari segalanya. ^_^

Kamis, 13 September 2012
Read More >>

Keputusan Presiden Soekarno untuk merombak kabinetnya mula-mula ditanggapi secara positif oleh seluruh kalangan masyarakat. Masyarakat yang ketika itu sedang dilanda kegelisahan berhubung dengan demonstrasi-demonstrasi secara kontinyu yang dilancarkan oleh generasi muda khususnya, anggota-anggota parpol dan ormas nonkomunis pada umumnya mengharapkan kebijaksanaan Pemimpin Besar Revolusi sebagai tanda akan berakhirnya aksi-aksi parlemen jalanan. Tetapi kebijaksanaan Presiden inilah justru merupakan bensin yang disiramkan pada api yang sedang berkobar dimana-mana, menghanguskan kewibawaan Pemerintah.

Upacara pelantikan Menteri-menteri Kabinet Dwikora "yang disempurnakan" dilangsungkan pada tanggal 24 Februari 1966. Personalia susunan kabinet yang terdiri dari puluhan kursi menteri itu diumumkan oleh Presiden pada tanggal 22 Februari 1966.

Tidak seorang pun anggota masyarakat mampu berpikir, tidak tercengang terbengong-bengong mendengar Presiden mengumumkan susunan Kabinet 100 Menteri itu. Mau ke mana Bung Karno?

Berlawan dengan usaha menentramkan suasana, sebaliknya demonstrasi mahadashyat yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar, aksi demonstrasi yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia menentang keputusan Kepala Negaranya.

Sejak subuh dini hari tanggal 24 Februari 1966, puluhan, ya, ratusan ribu mahasiswa sudah merayap dari kampus berlari-lari di jalanan. Mereka bergerombol-gerombol menempati tiap perempatan dan simpang-simpang jalan yang strategis, menghadang lalu-lintas dan mengadakan aksi mengempesi ban mobil. lalu lintas hampir di seluruh Jakarta macet total, menyebabkan sebagian besar kegiatan baik di instansi-instansi pemerintah maupun swasta lumpuh sama sekali.

Demonstran itu laksana air bah bergelombang menuju Istana Negara tempat Menteri-Menteri baru akan dilantik. Sambil berbaris memenuhi jalanan para muda-mudi itu meneriakkan yel-yel: "Bubarkan PKI", "Bersihkan Kabinet dari menteri-menteri Gestapu dan orang-orang plinplan serta turunkan harga barang!"

Pasukan pengawal istana Kepresidenan dari Resimen Cakrabirawa yang sudah diperkuat dengan senjata siap tembak dan sangkur terhunus juga sudah berdiri berlapis-lapis menyambut kedatangan para demonstran. Orang-orang tua yang berjejal berhimpit-himpit di pinggir jalan menyaksikan putra-putrinya bergerak menuju moncong senapan benar-benar merasa ciut hatinya, lebih-lebih setelah Pasukan Pengawal Istana itu melepaskan tembakan peringatan ke udara, salvo dari ratusan senjata otomatis membuat orang penakut tegak bulu romanya.

Tembakan-tembakan yang ditujukan ke udara itu ternyata tidak menggetarkan semangat para mahasiswa, malahan di sana-sini terdengar teriakan pimpinan mereka: maju teruuuuus! Seperti diberi komando, salvo ratusan senjata otomatis itu menggelegar lagi dengan laras lebih ditundukkan sehingga peluru berdesing-desing beberapa sentimeter di atas kepala para demonstran.

Seperti dikomando mereka bertiarap merebahkan badan untuk maju lagi sehingga jarak antara para demonstran dengan Pasukan Cakrabirawa itu tinggal sedepa, berhadap-hadapan. Bebrapa mahasiswa bahkan sudah berhasil melompati pagar Istana. setelah itu para pengawal rupa-rupanya sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi. Senjata kini diarahkan langsung kepada para mahasiswa. Enam mahasiswa terhuyung-huyung dan rebah di tanah. Jaket kuningnya basah dengan darah. Sejenak para demonstran terhenti. Orang-orang tua yang sejak tadi hanya menonton di pinggir jalan, di emper-emper toko, sudah masuk menyusup di tengah-tengah para mahasiswa. Mereka umumnya berusaha menyabarkan para demonstran agar mundur saja, tetapi tidak sedikit pula yang justru ikut mengobarkan semangat muda. Setelah diam sejenak dan mengetahui apa yang telah terjadi dan melihat darah hangat menyembur dari jaket kuning kawannya itu, semangat mereka meluap kembali. Seorang mahasiswa dengan cekatan membuka jaket seorang korban yang penuh darah itu dan lari bagaikan seorang yang sudah kalap kerasukan setan menuju tiang bendera Istana Negara yang 17 m tingginya itu. Tanpa memperhatikan resiko, ia ikat jaket berlumur darah itu di tali tiang bendera, dan dengan iringan tempik sorak puluhan ribu demonstran naiklah jaket kuning bernoda darah itu ke atas.

Hari itu gugur seorang mahasiswa yang dijuluki Pahlawan Ampera, mahasiswa tingkat IV fakultas kedokteran bernama Arief Rachman Hakim.

Tanpa pengumuman, masyarakat Ibu Kota hari itu mengibarkan bendera setengah tiang tanda simpati terhadap perjuangan mahasiswa.

(Disadur dari Buku "Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai" oleh Soegiarso Soerojo hlm. 260-261)
Read More >>
Gw mo share kisah nyata tentang temen Gw dalam hal mengejar cintanya. Kisah ini bagi gw dulu suka jadi semangat dalam mengejar cinta. Begini kisahnya.

Gw punya temen katakan saja bernama Bagus. Meskipun namanya begitu, tapi nasibnya tidak sebagus namanya. Bagus ini adalah seorang anak yatim piatu sejak SD. Orang tuanya sendiri sebenarnya tergolong cukup mampu walau untuk ukuran desa. Ketika ditinggalkan orang tuanya, dia diwarisi sawah yang luas dan sebuah kios penjualan pupuk. Maklum di desa. Satu satunya yang mengasuhnya adalah kakaknya yang udah berkeluarga. Kakaknnya adalah seorang pedagang di pasar. Hingga cara mendidiknya pun keras, untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Semasa SMP dimana anak2 suka main-main Bagus menghabiskan waktu mengurus sawah dan mejaga kios pupuknya. Karena tidak bergaul itulah Bagus selalu menjadi `looser` diantara kami. Bagus mendapat ceng-cengan `Lemes` karena pernah mau pingsan ketika ikut Karate bersama kami. Waktu itu tahun 1998-an karate merupakan kegiatan yang elit di lingkungan kami.

Ketika SMU Bagus lemes pun hanya mampu bersekolah di SMA swasta yang nggak bonafid. Maklum Bagus orangnya nggak terlalu pinter. Karena selalu bergaul dengan orang-orang yang lebih dewasa, seleranya pun jadi aneh. Ketika waktu itu motor Suzuki Crystal adalah motor favorit, Bagus malah senang dengan motor tua. Waktu berlalu Baguspun berhasil lulus SMA walau dengan susah payah. Disaat itulah gw sering main lg bersama Bagus.

Sebagaimana layaknya remaja pada umumnya Bagus juga mengalami apa yang dinamakan jatuh cinta. Dia jatuh cinta dengan seorang mahasiswi Akper Jogja katakan saja namanya Rini. Rini ini orangnya putih dan cantik sekali. Sedangkan Bagus tampangnya sangat pas-pasan. Selain bertampang pas-pasan cara berdandan, membawa dirinya pun sedikit berbeda (kalo gak mau dibilang aneh). Dia suka memakai jaket kulit rumbai-rumbai begaya ala biker. Waktu itu gaya biker belum terlalu lazim untuk anak muda. Rini sendiri sebenarnya juga tidak mengenal Bagus pada awalnya. Bagus mengenal Rini ketika bertemu di RS PKU yogja tempat Rini praktek. Perkenalan itu membuat Bagus nggak bisa tidur dan selalu melamun. Sedangkan Rini tentu saja nggak terlalu peduli dengan Bagus, maklum Rini sudah punya cowok dikota asalnya, surabaya. Dengan berbagai cara, Bagus akhirnya menemukan alamat kost Rini. Dan mulailah Bagus dengan sebuah kegiatan baru yang namanya Apel.

Apel pertama jelas sangat canggung, maklum Rini sudah lupa dengan Bagus. Bagus pura pura menanyakan obat kakaknya, karena nggak mau ke rumah sakit. Pembicaraan jelas sangat terbatas. Karena Rini sangat asing dengan tamu anehnya malam itu. Sempat Bagus melihat foto pacar Rini ketika dengan pura-pura Rini membuka dompetnya. Rini sengaja melakukan ittu untuk memberi batasan kepada Bagus.

Apel kedua dilakukan Bagus dengan lebih semangat. Meski dia tahu Rini sudah mempunyai pacar, Bagus menganggap foto di dompet Rini adalah gambar Andy Lau saja.. meski ganteng, tapi kan jauh di surabaya.. katanya kepada gw suatu saat. Bagus semangat karena kenyataan Rini malem minggu selalu di rumah. Paling tidak kalau Bagus pergi malem minggu, kalau ditanya, Bagus bisa dengan bangga menjawab.. Apel! Perasaan di dada Bagus makin menggebu, Wajah Rini yang selalu membayangi membuatnya ingin segera mengutarakan perasaannya. Akhirnya malam itu, Bagus datang dengan motor tuanya, dengan dandanan biker, dan rambut dikuncir, mengapeli Rini di kostnya. Setelah berbincang cukup, basa basi cukup, Bagus mulai mencurahkan perasaannya.
" Rini, tentunya kamu tau kenapa aku sering kesini malem minggu.." kata Bagus.
" Apa...?" Rini benar benar nggak tau.
" Begini Rin, Aku cinta padamu.." Bagus dengan terbata mengutarakan cintanya.
Mendengar ungkapan cinta Bagus itu, Rini meludah. Perasaan Bagus tentu saja seperti disengat kalajengking, namun dia menahnnya. Dengan menahan emosi Rini ber ucap..
" Gus, Kamu kan tahu aku sudah punya cowok, dan yang kedua aku memang nggak pernah suka sama kamu..."
Bagus terdiam.. Hatinya remuk diperlakukan begitu rupa. Ekspresi meludah sangatlah melukai perasaannya. Tapi hebatnya Bagus, dia malah nyengir dan bilang:
" Aku nggak heran, Rin. Cewek yang mukanya lebih jelek dari kamu saja selalu menolakku " katanya. Tentu saja Rini tambah emosi dan jijik.

Apel kedua Bagus hancur berantakan, seberantakan perasaan Bagus yang hancur lebur. Seminggu dalam linglung di lalui Bagus di kios buluk tempatnya jualan pupuk. Akhirnya malem minggu ketiga datang juga. Bagus bimbang untuk datang ke kost Rini atau tidak malam itu. Tentunya peristiwa minggu lalu masih menyisakan sakit hati. Setelah berpikir.. akhirnya diputuskan.. untuk tetap datang ke kost-an Rini. Ketika sampai di kost Rini, teman kost Rini bilang, Rini sedang pergi dengan pacarnya yang baru datang dari Surabaya. Hati Bagus kembali remuk. Pulanglah dia dengan galau.

Minggu berikutnya Bagus tetap ngotot datang ke kost-an Rini. Dengan alasan yang sama teman kost Rini menyampaikan alasan Rini nggak ada di tempat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang sampai sebulan lebih. Pada akhirnya Bagus menyadari, bahwa Rini hanyalah berusaha menghindar darinya. Bahwa pacarnya sebenarnya nggak pernah datang. Bagi banyak cowok, peristiwa seperti itu pastilah membuat semangatnya loyo. Ketika menemui penolakan yang sebegitu rupa, pasti langsung kendor, atau marah, dan bilang `emang cewek cuman loe doang.. cuih..` mungkin begitu. Namun berbeda dengan Bagus.

Apel `sepihak` yang dilakukan Bagus lemes, sudah menjadi sebuah kebiasaan, sperti halnya rutinitasnya di kios atau di sawah. Kali ini dengan sedikit strategi, Bagus berusaha apel lagi. Bagus merubah jadwal datangnya. Dia datang lebih awal pada malam minggu itu. Karena berbeda dengan biasanya, Rini nggak bisa mengelak. Mau tak mau dia harus menemui Bagus. Pertemuan malam itu sangatlah kikuk. Rini hanya cemberut saja, sedang Bagus berusaha mengajak berbicara tapi topiknya sangat basi. Maklum Bagus tidaklah pintar dalam hal merayu. Setelah bermenit menit mati gaya, Bagus pun pulang. Hatinya sedikit senang karena akhirnya bisa bertemu Rini. Sedangkan Rini tentu saja makin jengkel.

Minggu selanjutnya Bagus tetap apel, Rini masih canggung dan malas-malasan. Sampai suatu ketika entah di minggu yang ke berapa Rini mulai bisa ngobrol dengan Bagus. Mungkin hari itu mood Rini sedang baik.
" Gus, kamu ini ngapain sih kesini terus? Bukannya sudah jelas jelas aku menolak cintamu? " Kata Rini berterus terang. Bagus bingung mau menjawab apa. Akhirnya dengan polos dia jawab:
" Rin, kamu kan tau kalau aku suka dengan kamu. Kalau aku kesini ya karena aku kangen dengan kamu. Masalah kamu nggak suka dengan aku, itu hakmu. Kalau kamu nggak suka aku kesini ya tinggal bilang saja aku pasti pergi " Kata Bagus..
" Tapi nyatanya kamu datang terus, biarpun aku menghindar " Kata Rini
" Habisnya aku kangen terus sih.." Kata Bagus. Entah kenapa Rini saat itu tertawa, dia memandang Bagus bukan lagi seorang asing yang perlu dihindari. Rini menyadari Bagus bukanlah orang yang membahayakn dirinya atau egonya.

Mulai peristiwa itu Rini makin biasa dengan Bagus. Terkadang Rini terkesan memanfaatkan Bagus. Bagus yang selalu available, Bagus yang bisa jadi teman curhatnya ketika jengkel dengan pacarnya, Bagus yang bisa dia suruh-suruh untuk kepentingan pribadinya. Rini merasa batas antara dia dan Bagus sangat jelas, bahwa dia nggak suka dengan Bagus, biarpun Bagus suka dengan dia. Rini cukup nyaman dengan itu. Kedekatannya dengan Bagus ternyata telah menjadikan sebuah ketergantungan. Rini terkadang nggak bisa apa-apa kalau Bagus tidak ada. Rini terlalu mengandalkan Bagus, karena memang Bagus selalu available dan bisa diandalkan untuk Rini. Sampai suatu saat...

.. Malam itu Bagus habis mengantarkan Rini dari tempat temannya dan berbelanja di Malioboro Yogja. Tiba tiba motor tua yang dikendarai Bagus dan Rini berhenti diatas sebuah jembatan layang. Rini sedikit kaget. Dia bertanya:
" Ada apa Gus? Motormu mogok lagi?" tanya Rini
"... Rin, aku mau bilang sesuatu pada kamu.. " Kata Bagus.
" Kenapa dimarahi kakak lagi ?" Rini meledek Bagus.
" Begini... aku pingin kamu dengerin aku.. " Bagus terbata
"....." Rini sedikit risau
" Aku mau bilang sesuatu untuk terakhir kali.. Kalau kamu tahu apa yang aku rasakan selama ini, aku ini sangat capek memendam ini semua. Ketika aku harus mendengarkan keluhanmu tentang pacarmu, ketika aku harus mengantarkanmu untuk bertemu pacarmu, ketika aku harus membelikan oleh-oleh untuk pacarmu.. sebenarnya hatiku sangat pedih. Setebal-tebalnya mukaku aku masih punya perasaan. Aku nggak bisa lagi melakukan ini semua dengan beban seperti ini. Aku mau bilang sekali lagi sama kamu, kalau aku mencintaimu.. aku ingin kamu jadi pacarku. Namun jika kamu tidak bersedia aku tidak apa-apa. Mungkin sudah jadi rejekiku. Aku nggak akan mengganggu kamu lagi selamanya..." Kata Bagus dengan nada sangat rendah.
Mendengar perkataan Bagus, seketika Rini menangis. Dia nggak bisa berkata kata apapun. Dia minta waktu beberapa hari. Baguspun kemudian mengiyakan.

Stetlah beberapa hari Bagus diminta menemui Rini. Kali ini sore hari sehabis kuliah Rini. Di sebuah meja warung makan, Rini bercerita bahwa di barusaja memutus hubungan dengan pacarnya. Ternyata mereka jarang banget bertemu. Ternyata Rini menyadari bahwa selama ini apa yang dia butuhkan dari seorang kekasih ada pada diri Bagus. Ternyata dia menyadari telah berbuat sewenang2 terhadap Bagus. Dan mulai detik itu Bagus mempunyai seorang kekasih yang sangat cantik. Bahkan tercantik dintara cewek-cewek kami..

Source : http://livebeta.kaskus.co.id/thread/000000000000000015852492/sumpah-cowo-jelek-jangan-masuk
Read More >>

       Ah, mimpi itu lagi. Mimpi yang sudah menemaniku seminggu belakangan. Mimpi tentan seorang pria berjanggut hitam yang menyebut diriNya Sang Anak Domba. Anak Domba, istilah yang sangat familiar di telingaku meskipun aku tidak percaya akan keberadaanNya. Itu pula yg aku katakan padanya.

       Namaku John, 25 tahun, dan aku adalah seorang atheis yag taat. aku atheis, tapi aku taat. Aneh bukan? Memang seperti itu lah aku, ayahku dan seluruh keluarga ku atheis, dan mereka mendidikku dengan sangat baik untuk tidak mempercayai hal-hal yang besifat supra natural seperti hantu, malaikat, iblis, dan Tuhan. Aku ada karena aku memang sudah saatnya ada, dan bukan karena campur tangan siapapun selain alam, dan orang tuaku. Orang tuaku, selalu menjejali pikiran kanak-kanakku dengan fakta-fakta ilmiah mengenai penciptaan bumi, dan fakta-fakta yang logis bahwa Tuhan itu tidak ada. Menurut mereka, agama hanya sebuah manifestasi massal ditambah kemampuan berbicara seseorang yang membuatnya mendapat perhatian yang besar dari sekumpulan orang-orang bodoh yang menyebut mereka Guru.

       Pria itu, muncul secara tiba-tiba dalam bunga tidurku seminggu yang lalu.Dalam mimpiku, aku bertemu dengan Pria itu dalam sebuah taman yang indah,teramat indah untuk dapat diwujudkan di dunia kita. Awalnya Dia menyapaku dan berkata "Hai John, selamat datang". Lalu aku bertanya "Siapakah Kau, kenapa Engkau mengenal aku sedangkan aku tidak mengenalMu?". Dia hanya tertawa dan berkata " Bagaimana mungkin kau tidak mengenal wajahKu? Hampir setiap hari kau melihatKu di sampul-sampul buku yang mempertanyakan keberadaanKu dan Kau tidak Mengenal Ku?". Dengan keyakinan penuh (ditambah sedikit memnantang), aku menjawabNya demikian "WajahMu sangat familiar di ingatanku, tapi aku tidak mempercayaiMu karena semua fakta2 yang aku baca itu logis, Kau itu hanya manusia biasa. Tak lebih!". Dia tersenyum, "Nampaknya ayah dan ibumu telah sangat baik mendidikmu ya?". Lalu aku mendengus dan mejawabNya "Tentu saja, aku dan keluargaku adalah Atheis yang taat dan kami telah melatih diri kami untuk tidak mempercayai hal-hal supranatural dari kecil". Senyum itu, tak pernah pudar dari wajahNya, dan Dia berkata "Marilah berjalan-jalan denganKu John". Lalu dia menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan di sekeliling taman itu.

      "John, lihatlah semua bunga2 itu, indah bukan?" Tiba-tiba Dia bertanya. Aku hanya termenung, karena bunga-bunga itu memang indah, indah tiada tara. Aku tak pernah melihat bunga seindah itu di bumi. Lalu aku menjawab, "Ya, bunga-bunga di taman ini sangat indah, tak pernah aku jumpai bunga-bunga ini di bumi." Dia tersenyum, "Bunga-bunga ini pernah ada di bumi, tapi mereka sudah punah, dan Aku mengumpulkannya di sini". Aku bertanya padanya, "Siapakah Kau?". "Hmmm.. Pertanyaan menarik. Siapakah Aku? Di bumi, aku dikenal dengan berbagai nama. Kau bisa memanggilku Sang Raja, Juruslamat, Anak Domba, atau Sang Gembala Agung". "Aku pemilik taman ini, serta akulah pemilik Bumi". Aku menjawabnya pedas "Bumi bukan milik siapa-siapa secara eksklusif. Alam memberikannya kepada manusia, jadi bumi adaklah milik manusia, dan Kau sama sekali tidak terlihat seperti manusia. Tidak ada manusia yang memiliki lingkaran cerah itu di atas kepalanya dan yang memiliki jubah seterang itu di bumi".

       "John, kau benar. Aku memang bukan manusia. Aku pernah menjadi manusia, tapi aku bukanlah manusia. Dan bagaimana mungkin manusia yang umurnya hanya sepersejuta umur bumi ini bisa dikatakan sebagai pemilik bumi?". " Akulah pemilik Bumi, dengan tanganKu dan dengan jari-jari tanganKu Aku menciptakannya serta segala sesuatu yg ada diatasnya. Dengan tanganKu pula lah aku membentuk manusia-manusia sepertimu dengan harapan kau dapat membantuKu memelihara dan mengelola bumi ini." Aku menjawab "Aku ada karena sudah seharusnya aku ada. itu tidak ada urusannya denganMu". Lalu Dia berkata "Itu yang dikatakan ibumu kan? Bahwa kau ada karena kau sudah seharusnya ada, tapi Aku tidak akan membantahnya sekarang, karena sekarang kita harus berpisah untuk sementara waktu. Fajar sudah terbit dan kau harus memulai aktivitasmu bukan? Tapi Aku akan ada dalam mimpi-mimpimu dalam seminggu ke depan, untuk memberitahumu rencana-rencanaku tentangmu dan dunia mu ke depan kelak." (bersambung)
Read More >>